Dolan

Aku dan Kenangan Sepakbola Masalalu

Cerita ini hanyalah untuk mengenang perjalanan kisah suka-dukaku mendukung tim kebanggaan dan sekaligus mengikuti perkembangan sepakbola indonesia dari masa-kemasa pada umumnya. Ternyata ada banyak kisah yang menarik, lucu, ngangeni, mengerikan, hingga hal yang memilukan seperti sekarang ini. Sayang jika kisah tersebut hanya berlalu begitu saja.

Sejak kecil saya memang sudah suka main bola bahkan cita-cita menjadi pemain bola (meskipun dilarang orangtua) karena di sekitar rumah masih banyak persawahan dan lahan kosong untuk bermain anak-anak, maklum karena saya adalah anak generasi 90’an yang konon adalah generasi paling bahagia sedunia hahaha.

Dan mulai beranjak SMP saya baru kenal yang namanya klub-klub liga indonesia seperti Persija Jakarta, PSM Makassar, PSMS Medan, Persipura, Arema, Persebaya, Semen Padang dan beberapa klub lainnya yang sering di corat-coret di tembok dekat stasiun.

Tahun 2002/2003

Mungkin sejenak kita flashback terlebih dahulu ke jaman tahun 2002’an, saat itu masih ada yang namanya Liga Bank Mandiri, di jaman inilah saya pertama kali masuk stadion untuk menyaksikan pertandingan sepakbola di kasta tertinggi liga Indonesia. Sebagai warga DIY, tentunya saya paham betul perjalanan club-club sepakbola jogja. tim yang pertama kali saya tonton adalah PSS Sleman yang pada waktu itu berkandang di Stadion Mandala Krida Yogyakarta.

Antusiasme masyarakat saat itu sangatlah tinggi, terbukti dengan stadion yang selalu penuh sesak hingga sikut-sikutan, bau keringat bercampur aduk dengan asap rokok sudah jadi menu wajib di stadion. Dan biasanya pada babak kedua ada tradisi pintu jebol, naaaaahh….. ini menjadi rejeki bagi para penonton yang tak kebagian tiket masuk / penonton yang suka gratisan.

Demi dapat nonton bola, panas terik hingga hujan deras tetap tidak menjadi halangan dengan seragam sekolah masih menempel di kala itu. Jikalau tak sempat nonton ke stadionpun masih ada siaran radio yang mengudara dengan komentator yang cukup ampuh mengantarkan bergulirnya bola dari menit ke menit dan dari kaki ke kaki diiringi dengan gemuruh suara penonton sehingga benar-benar serasa berada didalam stadion.

Di era 2002/2003 ini sepakbola menjadi sebuah tontonan yang sangat menghibur dan mudah dicari, karena dengan jadwal dan jam siaran yang teratur . Saat itu selalu di siarkan ke layar kaca dan mulai kick off pukul 15.30 Wib, saat itu belum ada yang namanya pertandingan malam hari.

Jika mengenang di era itu ada banyak hal-hal yang unik dan lucu yang terjadi baik di dalam stadion maupun diluar stadion, yang mungkin sebagian sudah tidak terjadi di masa sekarang , seperti:

  • Penonton masuk ke stadion / nonton bola sambil mengenakan helm (helm batok)
  • Penonton masuk ke stadion / nonton bola sambil membawa minuman keras dan mabuk
  • Penonton masuk ke stadion / nonton bola sambil main petasan
  • Penonton masuk ke stadion / nonton bola sambil nggabur doro (duh.. bahasa indonesianya apa ya.. “melepas burung merpati” agak aneh memang tapi itulah artinya ) karena ini adalah aktifitas masyarakat di sore hari.
  • Tradisi menunggu pintu jebol, biasanya terjadi pada babak kedua yang dilakukan oleh para pencari gratisan karena aparat sudah tidak berjaga lagi setelah babak kedua.
  • Bahu membahu dan gotong royong manjat tembok stadion yang tingginya kurang lebih 5 meter’an agar dapat nonton bola gratis, meskipun masih ada rintangan kawat berduri dan beling.
  • Banyak anak-anak kecil berkeliaran yang tiba-tiba minta digandeng mesra saat pengecekan tiket masuk, biar dikira anaknya sehingga bisa masuk 2 in 1.
  • Membuat potongan kertas kecil-kecil sekarung yang digunakan untuk selebrasi saat terjadi Goal
  • Tingkat kerasisan yang cukup parah, baik berupa ejekan ke pemain, wasit, maupun dalam bentuk nyanyian.
  • Seisi kebun binatang keluar semua jika ada pemain yang bermain kasar / berkelahi.
  • Membunyikan trompet yang bikin telinga budeg
  • Setiap Pertandingan biasanya selalu di siarkan melalui stasiun Radio, agar penonton yang tidak dapat hadir masih dapat memantau skor pertandingan
  • Jajanan khas nonton bola di stadion: kacang godog, arem-arem, dan tahu (masih bertahan sampai sekarang)

Seperti itulah hal-hal unik yang pernah saya alami ketika mendukung tim sepakbola, saya kira di daerah-daerah lain juga sama karena memang supporter indonesia terkenal tidak bisa anteng.

Tahun 2006/2007

Di tahun ini saya beralih ke PSIM Yogyakarta yang saat itu sedang di masa jayanya dengan pemain asing andalanya ‘Jaime Sandoval’ . kurang lebih situasi persepakbolaan indonesia masih sama seperti diatas dengan segala keunikannya.

Tahun 2009/2010

Di tahun-tahun berikutnya saya beralih lagi ke lain hati. yaitu tim kebanggaan DIY bagian selatan, Persiba Bantul. Saat itu kompetisi sudah dibagi dengan sistem 2 wilayah yaitu barat dan timur.

Dengan stadion barunya yang berkapasistas 35.000 penonton serta rumput yang berkualitas eropa, maka semangat dan antusias penonton juga ikut terdongkrak, terbukti dengan pernah menjuarai Divisi Utama Liga Indonesia 2010/2011. Striker andalan pada saat itu adalah Ezequiel Gonzales, pemain asal argentina yang cukup lama membela Persiba Bantul.

Tahun 2011

Pada tahun ini ada banyak peristiwa dan konfik yang mulai bermunculan. Yang pertama adalah peristiwa besar yang mengguncang wilayah DIY dan sekitarnya yaitu terjadinya Erupsi Gunung Merapi pada akhir tahun 2010. Imbasnya Stadion Maguwoharjo menjadi tempat tinggal ribuan para pengungsi dari lereng merapi dan kompetisi sempat dihentikan untuk sementara karena situasi dan kondisi yang tidak memungkinkan.

Setelah itu muncul konflik baru, dualisme kompetisi antara ISL dan IPL yang masing-masing mengklaim bahwa merekalah yang sah. Waktu demi waktu permasalahan semakin bertambah dan semakin kompleks, baik di dalam internal PSSI, kerusuhan antar supporter, para pemain yang tak di gaji dll. Imbasnya prestasi Timnas yang semakin jeblok.

Tiga tim diatas yang dulu sempat saya dukungpun perlahan-lahan mulai sekarat. Mulai dari urusan keuangan, tawuran sesama supporter, dan lain sebagainya. Sejak itu pula saya meninggalkan dunia persepak bolaan indonesia kecuali klo pas Timnas main hehe. Dan tidak pernah tau lagi kabar dan perkembangannya seperti apa.

Leave a Comment