Dolan

Judulnya Puncak Kosakora

Puncak yang satu ini memang sedang naik daun di kalangan instagramers, karena saya taunya juga dari instagram dengan hastag #puncakkosakora. namanya puncak kosakora, ntah dari mana nama kosakora tersebut di peroleh, namun dari simbok-simbok yang sedang mencari rumput disekitar pantai, nama kosakora dibuat oleh seorang mahasiswa yang sedang blusukan sampai puncak tersebut, ujar simbok itu.

Sore itu saya sudah tiba di pantai drini dan lebih cepat dari waktu perkiraan, karena saya menggunakan jalur selatan gunungkidul yang masih lengang, saking lengangnya selalu menghadirkan lamunan mantan disepanjang jalan.

Setelah lebih dari tiga tahun tak kemari, kini pantai drini sudah nampak sangat padat dengan bangunan / gazebo baik disekitar bibir pantai maupun diatas tebing-tebing karang. Sudah hampir mirip seperti perkampungan padat penduduk saja, namun disini saya cuma numpang lewat saja karena tujuan saya sesuai judul diatas.

Untuk menuju ke puncak memang agak jauh dan harus melewati ladang milik penduduk yang ditanami ketela, jagung, dan pakan sapi. tak lama setelah itu maka ketemu sebuah tanah lapang di tepi pantai ngrumput. Disitu sudah dipasang papan nama dilarang mendirikan bangunan apapun dilokasi ini, dan sepertinya tanah ini sudah ada yang punya terlihat dari patok-patok yang sempat saya lewati..

Dulu saya pernah posting tentang pantai ngrumput dan pantai pengilon pada blogspot saya yang lama, saat itu saya masih menjadi manusia super selo dan masih jomblo, bisa blusukan kesana-kemari sesuka hati. Sekarang sudah saya kurangi seiring bertambahnya tuntutan hidup yang harus dipenuhi 🙂

Saat itu pantai yang ada di bawah kosakora ini masih sangat sepi dan banyak ditumbuhi semak belukar. namun kini keadaan sudah berubah, warga sudah membuka lahan untuk dijadikan wisata baru dan warung es degan sudah tersedia dimana-mana.

Puncak kosakora ini memang tempat yang sempurna untuk menikmati matahari terbenam di sore hari, pantas saja tiap sore selalu ramai pengunjung. Tempat serupa yang asik untuk nongkrong adalah Puncak Giri Sarangan. Tempat yang cocok juga untuk camping karena mempunyai halaman yang cukup luas. Hanya saja di beberapa lokasi sudah terdapat juga patok-patok yang sudah ditanam seolah-olah tak lama lagi bakalan ada bangunan yang akan berdiri disini.

Dari atas puncak sangat terlihat jelas deretan bukit-bukit kecil yang membentang sangat banyak atau sering pula disebut “Conical Hills” yang merupakan sisi-sisi erosi akibat pelarutan kimia pada batu gamping. deretan bukit yang sangat banyak inilah sehingga disebut pegunungan sewu yang membentang dari gunungkudul, wonogiri, dan Pacitan di jawa timur.

Dengan banyaknya puncak-puncak bukit seperti ini maka potensi wisata serupa pasti akan banyak ditemui di sekitar pantai. nah pertanyaannya, apakah deretan bukit-bukit kecil (conical hill ) ini termasuk dalam kasawan yang dilindungi atau tidak?

Dibeberapa daerah digunung kidul sudah ada larangan penambangan karst seperti Kecamatan Girisubo, Paliyan, dan Saptosari demi kepentingan habitat alami. Meskipun saya masih sering melihat alat-alat berat beroperasi menggunduli kawasan karst tersebut.

puncak-kosakora

Deretan Conical Hill dari puncak kosakora

pantai-drini-gunungkidul

Pantai Drini Gunungkidul

pantai-drini-dari-kosakora

Pantai Drini dari Puncak Kosakora

pantai-drini

Pantai Watu Kodok dari Pantai Drini

 

Leave a Comment