Dolan

Kelas Inspirasi, Antara Menginspirasi dan Terinspirasi

Rasanya akan sayang sekali jika kisah ini berlalu begitu saja, mungkin lebih baik saya tuangkan sedikit kedalam blog yang sudah lama tak tersentuh oleh belaian manis jemariku. Biasanya saya menulis tentang kisah jalan-jalan dan traveling , nah kini saya akan menulis tentang kisah jalan-jalan menuju jalan kebenaran… :3

Tahun ini kelas inspirasi kembali digelar di berbagai kota di indonesia seperti medan, Jakarta, bandung, surabaya, makasat, jogja dan kota-kota lainnya. Kelas inspirasi sendiri adalah gerakan para profesional turun ke Sekolah Dasar (SD) selama sehari, berbagi cerita dan pengalaman kerja juga motivasi untuk meraih cita-cita.

Untuk kelas inspirasi jogja tahun ini sudah tahun yang ke 3 yang telah diselenggarakan pada bulan maret kemarin, untuk kota-kota penyelenggara selanjutnya bisa di cek di website www.kelasinspirasi.org

Saya sendiri ikut bergabung karena ajakan dari beberapa teman yang membombardir di sosmed saya hingga penuh dengan notifikasi, agar segera daftar menjadi relawan kelas insirasi, lebih tepatnya relawan videographer karena memang sangat kekurangan videographer untuk mendokumentasikan kegiatan kelas inspirasi ini.

Saya sendiri bukanlah orang yang paham di bidang video, walaupun sehari-hari terkadang juga harus bergelut dengan video dan audio. klo suruh milih ya tentunya sala pilih fotografer yang kebetulan hobby saya juga motret gadis-gadis. Dan akhirnya tawaran ini saya terima saja, saya anggap ini sebagai tantangan untuk bisa memfilmkan kegiatan ini sebaik mungkin…..  #GuaMahGituOrangnya

Tibalah saatnya Pengumuman pembagian kelompok dan SD yang di selenggarakan di pendopo taman siswa dengan peserta sekitar 230 relawan yang terbagi menjadi 25 kelompok ke berbagai sekolah dasar di DIY.

Dari hasil pengumuman , nama saya tecantum di bawah nama SD Ngestiharjo. dalam benakku langsung bertanya-tanya, Ngestiarjo ? ………emm..  Ngestiarjo ? sek sek… Ngestiarjo ? masih penasaran. Nggak asing sih tapi agak aneh aja karena tempat tinggal saya berada di kelurahan ngestiharjo kecamatan kasihan kabupatan bantul, tapi kok jarang dengar nama SD Ngestiharjo?

Rupanya setelah mendekat ke fasilitator , SD Ngestiharjo di sini adalah SD Ngestiharjo di Tanjungsati Gunungkidul yang berjarak sekitar 5km dari pantai krakal. Dan merupakan SD terjauh diantara kelompok lainnya.

Whaaaaaat?   Sontak saya sedikit kaget tapi disini saya merasa tidak sedih dan justru bersemangat karena yang jauh-jauh gini biasanya yang paling seruu!

Satu tim/kelompok terdapat 14 relawan yang terbagi menjadi 10 pengajar, 3 fotografer, 1 videografer, dan 2 fasilitator dengan latar belakang profesi yang berbeda-beda. Mulai dari mahasiswa, dokter umum, dokter hewan, dokter cinta, dosen, auditor, bankir, penyiar radio/TV , fotografer manten, montir pesawat, dan juru ketik seperti saya.

Ada sebuah kisah unik disini, tanpa disengaja setelah 20 tahun lebih lamanya saya dipertemukan kembali dengan teman TK saya dulu (taman kanak-kanak) dalam kelompok ini, klo saya sih sudah lupa, cuman dia’nya yang masih ingat atau saya yang nggak peka? Haha.. lawong dulu masih unyu-unyu dan sekarang sudah pada brewokan susah untuk mengingat kembali wajah-wajah di masa lalu.

Pada saat briefing, kepala kesolah SD ngestiharjo, Pak Kamijan pun turut hadir jauh-jauh turun gunung dari Gunungkidul dan sangat berharap pada kami agar dapat memberikan inspirasi dan suntikan motivasi pada anak-anak didiknya sehingga mereka dapat terus belajar ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, karena sebagian besar dari orang tua mereka bermata pencaharian sebagai petani atau nelayan yang biasanya cuma lulus sampai tingkat SMP atau SMA saja setelah itu bekerja atau langsung menikah.

Pak Kamijan sangat antusias menyambut kegiatan ini, bahkan beliau bersedia menyediakan penginapan di rumah tempat tinggalnya yang berjarak setengah meter dari sekolahan karena saking mepetnya rumah dan sekolah tempat beliau mengajar.

15 maret 2015

Karena faktor lokasi yang jauh maka tim kami sepakat untuk datang satu hari sebelumnya dan menginap di penginapan milik salah satu guru SD Ngestiharo yang tinggal di tepi pantai krakal, namanya Pak Darto. Orangnya sangat ramah, bahkan kami dijamu dengan bebakaran ala ikan laut yang super guede.

Sambil ramah tamah dengan guru SD yang lain, kami menyusun ice breaking yang akan dipakai keesokan harinya, ice breaking ini dipakai untuk membangkitkan semangat anak-anak ketika mereka sudah bosan dengan apa yang kita sampaikan dikelas, seperti diantaranya ikan buntal, marlina menari di atas menara, dll, ngomong2 adakah yang pernah dengar nyanyian ini?? ..saya aja baru dengar kali ini!

milky way pantai krakal gunungkidul

Milky way & Sunrise Pantai Krakal Gunungkidul

16 maret 2015

Hari inspirasi sudah tiba, pagi-pagi sekali diantara kami sudah pada bangun tapi bukanya langsung mandi dan gosok gigi malah pada lari-lari ke tepi pantai mengejar sunrise .. hadeeeh

Seperti pada umumnya tiap hari senin di sekolah-sekolah selalu mengadakan upacara bendera, dan seperti dugaan awal bahwa anak-anak akan berangkat lebih pagi dari biasanya karena seminggu sebelumnya sudah di umumkan bahwa pada hari senin ini akan ada acara kelas inspirasi di sekolah mereka yang membuat mereka penasaran tentang apa yang akan terjadi hari ini. Tak hanya murid yang penasaran, wali murid pun juga penasaran.

Tim kami yang semula 14 orang kini tinggal 10 orang saja karena beberapa orang cutinya tidak di Acc. Sementara jumlah kelas yang tersedia ada 10, sehingga kami para fotografer dan videographer bahu membahu ikut mengajar ke dalam kelas bergantian sambil muter mencari foto dan video.

Pada awalnya sempat bingung mau ngomong apa didepan kelas ketika menjadi pengajar dadakan. waktu 10 menit pertama masih bisa bercerita ngalor-ngidul, setelah itu cuma aa… ee… aa… ee.. aa.. ee.. sampai-sampai anak-anak pada ribut sendiri, untungnya anak-anak disini aktif dan mau bertanya ketika ada sesuatu yang membuat mereka penasaran.

Seiring berjalannya waktu suasana semakin akrab dan anak-anak semakin antusias dengan apa yang kita sampaikan selama 45 menit di kelas, bahkan waktu 45 menit itupun masih terasa kurang karena kita terlalu asik ngobrol di kelas. Memang menginspirasi anak-anak itu lebih mudah dan menyenangkan dari pada menginspirasi diri sendiri.

Untuk kelas-kelas tertentu memang butuh pendekatan yang berbeda seperti kelas 1 dan 2 yang lebih banyak pada cerita-cerita ringan dan bernyanyi (ice breaking), sedangkan kelas paling atas seperti kelas 6 ternyata tidak mempan dengan cerita yang biasa-biasa seperti itu. Mereka lebih tertarik dengan hala-hal seperti sex, pacaran, apa itu mimpi basah, dan semacamnya…. ehmmm… anak jaman sekarang memang cepat sekali dewasanya, untung disini ada ahlinya yang bisa menjelaskan tentang hal itu.

Fasilitas sekolah

Secara administratif SD Ngestiharjo ini terletak di desa walikangin ngestiharjo tanjungsari Gunungkidul berjarak 5 km dari pantai krakal. Lokasinya memang agak pelosok melewati bukit-bukit kapur dan hutan jati, namun siapa sangka fasilitas didalam kelas tak kalah dengan fasilitas di perguruan tinggi. Lcd proyektor sudah terpasang di masing-masing dinding kelas, akses free wifi yang ngebuuut (karena ngga ada saingan yang pake) menjangkau seluruh area sekolah, dan sound system wireless untuk kegiatan upacara bendera.
Memang tepat sekali dengan slogan SD Ngestiharjo ini yaitu, “sekolah desa rasa kota”.
btw SD Ngestiharjo ini juga punya blog lho.. Sdngestiharjo.blogspot.com

Closing

pohon cita-citaAcara kelas inspirasi ini kami jadwalkan hingga pukul 12.00 saja walaupun pihak sekolah juga memperbolehkan jika akan laksanakan sampai sore. Di akhir acara tim kami mempunyai dua agenda, yang pertama menulis cita-cita di pohon cita-cita yang sudah didesain semenarik mungkin agar anak-anak semakin bersemangat. Yang kedua , pelepasan balon cita-cita yang juga ditempeli dengan semangat untuk meraih cita-cita mereka.

Sebelumnya sempat terjadi perdebatan sengit antara tetap menggunakan balon gas atau media lain. Karena terkait isu lingkungan balon gas memang kurang ramah karena ketika balon gas dilepaskan ke udara dan gas itu sudah habis maka akan jatuh lagi ke bumi, yang kita tidak tau akan mendarat kemana, entah di tiang listrik, di genteng, di hutan, di kebun binatang, atau di sungai.

Yang di khawatirkan lagi balon gas itu jatuh ke laut dan di makan penyu yang dikira ubur-ubur makanan kesukaanya karena bentuknya yang kenyal, sehingga penyu tersebut jatuh sakit dan susah untuk move on, sehingga tenggelam dalam kenangan masa lalu.

Setelah perdebatan panjang maka hasil tetap dimenangkan oleh balon gas dengan pertimbangan sebuah acara penutupan yang diharapkan dapat berakhir dengan meriah.

Acara terakhir dilakukan dihalaman sekolah yang luas dengan foto bersama seluruh murid dan guru SD Ngestiharjo dibawah terik matahari yang panasnya tak dihiraukan karena masih terhanyut dalam keceriaan bersama.

Ada sesuatu yang membuat diri ini terharu, ketika seusai acara foto bersama semua murid bubar dan menyalami kami satu persatu sambil cium tangan. Satu hal yang dulu pernah kita lakukan kepada guru kita, dan kini terjadi pada diri kita sendiri. Semoga apa yang telah kita berikan satu hari ini membekas dan menginspirasi selamanya..

Terimakasih teman-teman relawan semua atas kerjasamanya selama dua hari yang meninggalkan banyak cerita. [abi, adel, isnan, mencit, nisa, jala, arga, lady, ziya, sofi, uur, yuliz]

Gallery

credit images: jala, adel, uur

 

Leave a Comment