Dolan

Memburu Sunrise di Puncak Sikunir Dieng

Sepertinya sudah lama sekali saya tidak merasakan udara pagi dan indahnya matahari terbit, maklum karena kebiasaanku yang susah bangun pagi akhir-akhir ini , bahkan alarm pun tak pernah mempan, hanya teriakan emak yang bisa menggetarkan tempat tidurku .

Hari itu hari sabtu, kali ini ada ajakan untuk mendaki ke puncak Sikunir di Dieng atau yang banyak orang menyebutnya dengan gunung sikunir dan puncak sikunir yang terletak di Desa Sembungan, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo. Kami Berangkat dari jogja pukul 23.00 wib melewati rute jalan Magelang.

Sepengetahuanku rute dari jogja cukup banyak tapi susah semua , rute pertama bisa melewati magelang (yang ini jalannya rusak dan bolong-bolong terkadang kita juga harus mbuntuti truk pengangkut kayu dan ini sangat menyebalkan).

Rute kedua melewati Temanggung (yang ini jalannya lancar tapi ngalangnya minta ampun jauhnya). Rute ketiga melewati Purworejo (menurutku ini adalah rute paling ideal kalo dari jogja karena lebih lancar, jalan halus dan sepi ,sudah saya buktikan sendiri tapi langkahi dulu pegunungan menorah ).

Perjalanan ditempuh kurang lebih selama tiga jam, dan seperti dugaanku dari awal bakalan bejubel oleh para pendaki dari berbagai derah menjadi kenyataan karena ini malam minggu . pukul 02.00 dini hari saja sudah rame dengan pengunjung baik dari sekitar wonosobo maupun luar daerah yang dapat dilihat dari plat kendaraan mereka.

Pukul 03.30 saya mulai mendaki karena sudah tak sabar ingin segera motret sunrise untuk pamer di Path, pendakian hanya ditempuh sekitar 30 menit, cukup mudah untuk siapapun yang ingin manjat karena hanya 2350 mdpl. tapi ternyata ada juga yang baru dapat seperempat perjalanan sudah muntah dan pusing-pusing, tidak lain dan tidak bukan adalah teman saya sendiri… maklum barangkali tubuhnya kaget karena terlalu lama ngendog di kost.

Semakin pagi makin ramai saja suasana puncak sikunir, mulai orang bawa gitar, atraksi tongsis, upacara bendera, sampai penjual popmie dan mijon, sudah seperti stasiun deh pokoknya, ramenya minta ampun, dan dinginnya yang keterlaluan untuk ukuran tubuh saya yang tak berlemak ini.

Dari puncak kita disuguhi pemandangan gunung Sumbing, Sindoro, Merapi , dan Merbabu. Sangat indah dengan semburat sinar matahar perlahan muncul dari balik punggung gunung. rasanya menyesal kenapa selalu bangun siang dan melewatkan pagi yang indah seperti Kamu…. Iya Kamuuuu……..

suhu dingin diatas puncak

milky way sikunir

telaga cebong bukan kecebong

Leave a Comment